Jumat, 09 September 2016

Pesona Pelalawan

 ISTANA SIAK




Istana Siak Sri Inderapura

Sebagai salah satu provinsi yang begitu kental dengan kebudayaan suku melayu, Provinsi Riau menjadi daerah yang banyak dijadikan sebagai tujuan berwisata. Provinsi dengan ibukota Pekanbaru tersebut, sejatinya memang menawarkan banyak sekali objek-objek wisata indah.
Diantaranya, yakni beberapa peninggalan sejarah Kerajaan Melayu, dan berkaitan erat dengan lahirnya berbagai kebudayaan masyarakat Riau. Nah, Sepertinya kegiatan berwisata sejarah akan menjadi pilihan pertama kita ketika berkujung ke provinsi ini.
Kerajaan melayu pertama yang berdiri diprovinsi Riau, yakni Kesultanan Siak Sri Indrapura. Dimana Kerajaan tersebut, didirikan oleh seseorang yang berasal dari daerah Pagaruyung pada tahun 1723, dan sekaligus menjadi Sultan pertama di Riau, yakni Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin. Berbagai peninggalan sejarah yang menceritakan masa-masa kejayaan Kesultanan Siak Sri Indrapura, menjadi salah satu objek wisata sejarah yang dapat kita kunjungi.
Diantara berbagai peninggalan sejarah Kesultanan tersebut, salah satunya yakni Istana Siak Sri Indrapura. Bangunan yang berdiri dengan indah dan megah tersebut, berada sekitar 125 kilometer dari pusat kota Pekanbaru, atau lebih tepatnya berada di Kabupaten Siak. Lokasi ini, dapat ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan angkutan umum yang terdapat dikota Pekanbaru.
Istana Siak Sri Indrapura, juga termasuk kedalam daftar dari berbagai objek-objek wisata andalan diprovinsi Riau. Tidak salah bila, banyak sekali wisatawan lokal maupun wisatawan asing, datang serta berkunjung guna menyaksikan pesona dari istana yang juga diberi nama dengan Istana Asserayah Hasyimiah atau Istana Matahari Timur.
Disisi lain, Lokasi warisan peninggalan kerajaan melayu tersebut, juga memiliki makna serta pesona tersendiri dimata penduduk setempat, dan menjadikannya sebagai tujuan untuk berekresi bersama keluarga.
Dalam berbagai kisah-kisah sejarah, menceritakan bahwa Istana Siak Sri Indrapura mulai didirikan pada tahun 1889, lewat sentuhan indah dari seorang arsitek bertangan dingin dan berkebangsaan Jerman.
Dengan memadukan beberapa unsur kebudayaan didalamnya, yakni kebudayaan Melayu, Arab, dan Eropa, sehingga terciptalah sebuah rancangan dari bangunan yang saat ini terlihat begitu indah dan megah. Sementara, bangunan istana tersebut juga baru dapat diselesaiakan dan mulai ditempati oleh sultan pada pertengahan tahun 1893.
Untuk menikmati pesona dan keindahan yang ditawarkan oleh objek wisata ini, kita dapat berjalan dan berkeliling disekitar areal taman bangunan Istana Siak Sri Indrapura. Berbagai tanaman hijau juga dipenuhi oleh beragam jenis bunga bewarna-warni, ikut menghiasi suasana alam disekitar istana yang berdiri pada lahan seluas lebih kurang 28.030 meter persegi tersebut.
Selain itu, berbagai hal menarik lainnya juga dapat kita saksikan dibeberapa bagian serta ruangan khusus pada bangunan yang terdiri dari dua lantai tersebut.
Terdapat beberapa ruangan penting dengan gaya dan arsitektur indah, serta wajib untuk kita kunjungi pada bagian dalam istana. Dimana pada masa kejayaan pemerintahan Kesultanan Siak Sri Indrapura, beberapa ruangan tersebut digunakan sebagai tempat-tempat dengan fungsi tersendiri.
Nah, Diantara ruangan-ruangan dengan arsitektur indah yang dapat kita saksikan, yakni beberapa ruangan tunggu bagi para tamu kerajaan, yang dibagi kedalam beberapa ruangan khusus bagi para tamu laki-laki, dan khusus bagi tamu perempuan.
Kita juga dapat menyaksikan keindahan dari sebuah ruang persidangan, yang dahulu digunakan sebagai tempat guna mengadili seseorang yang dianggap bersalah, serta sebuah ruangan khusus yang digunakan sebagai tempat untuk menggelar pesta.
Selain itu, pada bagian atas Istana Siak Sri Indrapura, juga terdapat beberapa ruangan penting yang berfungsi sebagai tempat berkumpul dan beristirahat bagi sultan beserta kerabatnya, ataupun bersama tamu kerajaan.
Nah, menurut sebuah sumber, keunikan dari tiap ruangan tersebut, ternyata terletak pada dinding tiap ruangan bangunan yang sengaja menggunakan keramik khas dan didatangkan langsung dari negara Prancis.
Keindahan serta pesona lain yang dapat kita nikmati pada bagian dalam ruang istana, yakni berbagai benda-benda antik yang pernah digunakan pada masa Kesultanan Siak Sri Indrapura. Dintaranya adalah, Kursi singgasana kesultanan dengan bentuk dan ukiran-ukiran indah, patung Sultan Syarim Hasim I yang dibuat pada tahun 1889, serta replika mahkota kesultanan.
Terdapat pula peninggalan lainnya berupa, berbagai perlengkapan kesultanan seperti bendera dan persenjataan, serta berbagai jenis furniture indah yang turut menghiasi segala sudut ruangan.
Diantara furniture tersebut, yakni kursi-kursi dan meja klasik buatan tahun 1896 dan terbuat dari kayu dan kristal, lampu-lampu kristal yang unik dan menawan, serta beraneka koleksi pemberian dari beberapa kerajaan-kerajaan sahabat, seperti patung perunggu Ratu Wihemina yang merupakan hadiah pemberian dari Kerajaan Belanda. Wah, banyak sekali bukan peninggalan sejarah, dapat kita temukan dilokasi objek wisata Istana Siak Sri Indrapura?
Nah, Disekitar Istana juga terdapat beberapa bangunan penting lainnya yang dan menjadi berbagai objek wisata andalan di kabupaten siak. Diantaranya yakni Jembatan Istana Siak yang dibangun pada tahun 1889, dan berada sekitar 100 meter disebelah Tenggara kompleks Istana Siak Sri Indrapura.
Serta sebuah bangunan bernama Balai Kerapatan Tinggi Siak, yang berfungsi sebagai tempat pertemuan atau persidangan antara Sultan dengan para pejabat pemerintahannya. Disamping itu, pada areal Istana Siak Sri Indrapura juga terdapat sebuah bangunan mesjid peninggalan Sultan Kasim I, serta sebuah makam Sultan Kasim II.

0 komentar:

Posting Komentar